📖 Ibrani 13:1
“Peliharalah kasih persaudaraan!”
Pendahuluan
Gereja bukan sekadar tempat ibadah. Gereja adalah keluarga
rohani.
Kita mungkin berbeda:
- latar belakang,
- usia,
- pendidikan,
- status sosial,
tetapi di dalam Kristus kita adalah saudara.
Namun kasih persaudaraan tidak otomatis terpelihara. Ia harus dijaga, dirawat,
dan ditumbuhkan.
1. Kasih Persaudaraan adalah
Identitas Orang Percaya
Kata yang dipakai dalam ayat ini menunjuk pada kasih antar
saudara seiman.
Yesus berkata dalam Yohanes 13:35:
“Dengan demikian semua orang akan
tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”
Dunia mengenal gereja bukan pertama-tama dari gedungnya,
bukan dari programnya,
tetapi dari kasih antar anggotanya.
➡ Kasih persaudaraan adalah tanda
kedewasaan rohani.
2. Kasih Persaudaraan Harus
Dipelihara
Penulis Ibrani berkata:
“Peliharalah kasih persaudaraan!”
Artinya:
- kasih bisa memudar,
- relasi bisa retak,
- persaudaraan bisa renggang.
Tanpa dipelihara:
- kesalahpahaman tumbuh,
- ego menguasai,
- kepahitan berkembang.
Kasih persaudaraan perlu:
- kerendahan hati,
- pengampunan,
- kesabaran.
3. Kasih Persaudaraan Bertumbuh
dalam Pengorbanan
Kasih bukan hanya:
- perasaan hangat,
- kata-kata manis.
Kasih persaudaraan nyata ketika:
- kita mau mendengar,
- kita mau mengalah,
- kita mau mengampuni,
- kita mau membantu tanpa pamrih.
Roma 12:10 berkata:
“Hendaklah kamu saling mengasihi
sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.”
Kasih bertumbuh ketika kita:
- tidak menuntut dihargai,
- tetapi belajar menghargai.
4. Gereja yang Bertumbuh adalah
Gereja yang Saling Menguatkan
Gereja bukan tempat orang sempurna, tetapi tempat orang yang
sedang dibentuk.
Dalam keluarga rohani:
- ada yang lemah,
- ada yang terluka,
- ada yang sedang jatuh.
Kasih persaudaraan membuat kita:
- saling menopang,
- saling mendoakan,
- saling menguatkan.
Galatia 6:2 berkata:
“Bertolong-tolonganlah menanggung
bebanmu.”
Aplikasi
- Apakah saya memelihara kasih
dalam gereja?
- Apakah ada saudara seiman yang
perlu saya ampuni?
- Apakah saya menjadi sumber
damai atau sumber masalah?
Bertumbuh dalam kasih bukan hanya hubungan vertikal dengan
Tuhan,
tetapi juga hubungan horizontal dengan sesama.
Ilustrasi
Seikat lidi kuat karena terikat bersama.
Satu lidi mudah dipatahkan.
Demikian juga gereja:
jika kita terikat dalam kasih, kita kuat.
Jika terpecah, kita rapuh.
Penutup
Tuhan memanggil kita bukan hanya menjadi jemaat,
tetapi menjadi saudara dalam Kristus.
Mari kita berkomitmen:
“Tuhan, ajar aku memelihara kasih
persaudaraan.
Lembutkan hatiku,
ajar aku mengampuni,
dan jadikan aku pembawa damai di tengah keluarga rohani-Mu.”
0 comments:
Posting Komentar