📖 Ibrani 6:1
“Sebab itu, marilah kita tinggalkan
asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada
perkembangannya yang penuh...”
Pendahuluan
Salah satu tujuan utama kehidupan
Kristen adalah pertumbuhan.
Tidak ada orang tua yang senang jika
anaknya tetap seperti bayi selama bertahun-tahun.
Demikian pula Tuhan menghendaki agar
setiap orang percaya:
- bertumbuh dalam iman,
- bertumbuh dalam pengenalan akan Kristus,
- bertumbuh dalam karakter,
- dan bertumbuh dalam pelayanan.
Penulis kitab Ibrani menegur jemaat
karena mereka seharusnya sudah dewasa, tetapi masih hidup seperti bayi rohani.
📖 Ibrani 5:12
“Sekalipun kamu, ditinjau dari sudut
waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar...”
Karena itu muncul ajakan:
“Marilah kita beralih kepada
perkembangannya yang penuh.”
1. Kedewasaan Rohani Adalah Kehendak Tuhan bagi Setiap
Orang Percaya
Tuhan tidak ingin kita tetap menjadi
bayi rohani.
Ia ingin kita bertumbuh hingga
semakin serupa dengan Kristus.
📖 Efesus 4:13
“Sampai kita semua telah mencapai
kesatuan iman... dan kedewasaan penuh.”
📖 Kolose 1:28
“Untuk memimpin tiap-tiap orang
kepada kesempurnaan dalam Kristus.”
📖 2 Petrus 3:18
“Bertumbuhlah dalam kasih karunia
dan dalam pengenalan akan Tuhan...”
Ilustrasi
Seorang bayi memerlukan susu. Tetapi
jika setelah bertahun-tahun ia masih hanya minum susu, ada sesuatu yang tidak
normal.
Begitu juga kehidupan rohani. Tuhan
menghendaki adanya pertumbuhan yang nyata.
Implikasi
Setiap orang percaya harus terus
bertumbuh dan tidak merasa puas dengan kondisi rohaninya saat ini.
2. Kedewasaan Rohani Terlihat dari Cara Berpikir dan
Bertindak
Orang yang dewasa rohani tidak lagi
hidup hanya berdasarkan perasaan.
Ia belajar melihat segala sesuatu
dari sudut pandang Tuhan.
📖 1 Korintus 13:11
“Ketika aku kanak-kanak, aku
berkata-kata seperti kanak-kanak...”
📖 Roma 12:2
“Berubahlah oleh pembaharuan
budimu...”
📖 Filipi 2:5
“Hendaklah kamu dalam hidupmu
bersama menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.”
Orang yang dewasa rohani:
- tidak mudah tersinggung,
- tidak mudah menyerah,
- tidak mudah terombang-ambing oleh ajaran yang salah,
- mampu mengendalikan diri.
Ilustrasi
Anak kecil bereaksi terhadap masalah
dengan emosi. Orang dewasa belajar berpikir sebelum bertindak.
Demikian pula kedewasaan rohani
terlihat dari kemampuan mengendalikan diri dan mengambil keputusan sesuai
Firman Tuhan.
Implikasi
Pertumbuhan rohani harus terlihat
dalam perubahan cara berpikir dan cara hidup.
3. Kedewasaan Rohani Dibentuk Melalui Proses
Tidak ada orang yang langsung dewasa
dalam semalam.
Tuhan memakai berbagai proses untuk
membentuk kita.
📖 Yakobus 1:2–4
“Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan
apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan...”
📖 Roma 5:3–4
“Kesengsaraan menimbulkan
ketekunan...”
📖 1 Petrus 5:10
“Allah... akan melengkapi,
meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu.”
Saudara-saudari,
Kadang Tuhan memakai:
- tantangan,
- penderitaan,
- kegagalan,
- dan masa penantian
untuk membentuk karakter kita.
Ilustrasi
Emas dimurnikan melalui api.
Demikian juga karakter rohani
dibentuk melalui berbagai pengalaman hidup.
Implikasi
Jangan lari dari proses Tuhan,
karena sering kali proses itulah yang menghasilkan kedewasaan.
4. Kedewasaan Rohani Menghasilkan Buah yang Memberkati
Orang yang dewasa rohani tidak hanya
memikirkan dirinya sendiri.
Ia menjadi berkat bagi orang lain.
📖 Galatia 5:22–23
“Buah Roh ialah kasih, sukacita,
damai sejahtera...”
📖 Matius 5:16
“Demikianlah hendaknya terangmu
bercahaya...”
📖 Kolose 1:10
“Hidupmu layak di hadapan-Nya serta
berkenan kepada-Nya dalam segala hal dan kamu memberi buah dalam segala
pekerjaan yang baik.”
Orang yang dewasa rohani:
- mengampuni,
- melayani,
- mengasihi,
- memberi teladan,
- membangun orang lain.
Ilustrasi
Pohon yang dewasa tidak hanya
bertumbuh tinggi, tetapi juga menghasilkan buah yang dinikmati banyak orang.
Implikasi
Kedewasaan rohani bukan hanya untuk
diri sendiri, tetapi untuk menjadi berkat bagi sesama.
🔥 Aplikasi Praktis
Mari kita merenungkan:
- Apakah saya masih bayi rohani dalam area tertentu?
- Apakah karakter saya semakin serupa Kristus?
- Bagaimana saya menghadapi masalah dan tantangan hidup?
- Apakah hidup saya sudah menjadi berkat bagi orang lain?
Hari ini Tuhan memanggil kita untuk:
➡
bertumbuh dalam iman
➡ belajar dari proses kehidupan
➡ membangun karakter yang dewasa
➡ menjadi berkat bagi sesama
Penutup
Tuhan tidak hanya ingin kita menjadi
orang percaya.
Tuhan ingin kita menjadi murid yang
dewasa.
Mari tinggalkan kehidupan rohani
yang dangkal dan terus bertumbuh menuju kedewasaan penuh di dalam Kristus.
Jangan puas hanya menjadi pendengar
Firman.
Jadilah pelaku Firman yang semakin
hari semakin serupa dengan Kristus.
Kedewasaan rohani bukan diukur dari
lamanya seseorang menjadi Kristen, tetapi dari seberapa jauh hidupnya semakin
serupa dengan Kristus.
Amin. 🙏
0 comments:
Posting Komentar