Matius 11:29
"Pikullah kuk yang Kupasang dan
belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan
mendapat ketenangan."
PENDAHULUAN
Di zaman sekarang, dunia mengajarkan
bahwa orang kuat adalah orang yang mampu mendominasi, menguasai, dan
menunjukkan kekuatan dirinya. Semakin seseorang mampu meninggikan dirinya,
semakin dianggap berhasil.
Namun Yesus memberikan definisi yang
berbeda tentang kebesaran.
Ketika dunia berkata:
- Tinggikan dirimu.
- Tunjukkan kekuatanmu.
- Pertahankan harga dirimu.
Yesus berkata:
"Belajarlah pada-Ku, karena Aku
lemah lembut dan rendah hati."
Menariknya, ketika Yesus
menggambarkan diri-Nya sendiri, Ia tidak berkata:
- Belajarlah pada-Ku karena Aku mahakuasa.
- Belajarlah pada-Ku karena Aku mahatahu.
Tetapi:
"Aku lemah lembut dan rendah
hati."
Ini adalah satu-satunya bagian dalam
Injil di mana Yesus secara langsung membuka hati-Nya dan menggambarkan karakter
terdalam-Nya.
Karena itu jika kita ingin menjadi
serupa Kristus, kita harus belajar karakter yang paling menonjol dalam
diri-Nya: kerendahan hati dan kelemahlembutan.
LATAR BELAKANG TEKS
Pasal 11 dimulai dengan penolakan
terhadap Yesus.
Yohanes Pembaptis sedang mengalami
pergumulan.
Kota-kota Galilea menolak
pertobatan.
Orang-orang Farisi terus mengkritik
pelayanan-Nya.
Namun di tengah penolakan itu Yesus
tidak marah.
Tidak membalas.
Tidak menghancurkan mereka.
Justru Ia berkata:
"Marilah kepada-Ku semua yang
letih lesu dan berbeban berat."
Lalu Ia melanjutkan:
"Belajarlah pada-Ku."
Jadi kerendahan hati dan
kelemahlembutan Yesus muncul bukan ketika keadaan baik-baik saja, tetapi ketika
Ia sedang menghadapi penolakan.
Karakter sejati seseorang terlihat
bukan saat semuanya berjalan baik, tetapi saat ia terluka.
EKSEGESIS TEKS
1.
"Belajarlah pada-Ku"
Bahasa Yunani:
μάθετε ἀπ’ ἐμοῦ (mathete ap emou)
Kata mathete berasal dari
kata:
manthano
Artinya:
- belajar
- menjadi murid
- mengikuti pola hidup seseorang
Yesus tidak berkata:
Dengarkan Aku.
Tetapi:
Belajarlah pada-Ku.
Artinya Yesus sedang mengundang
murid-murid untuk meniru hidup-Nya.
Kekristenan bukan sekadar mengetahui
ajaran Kristus.
Kekristenan adalah meneladani
karakter Kristus.
Banyak orang mengetahui firman.
Sedikit orang menyerupai Kristus.
I. KERENDAHAN HATI ADALAH KEKUATAN YANG MENUNDUKKAN
DIRI DI HADAPAN ALLAH
"Aku
rendah hati"
Bahasa Yunani:
ταπεινὸς τῇ καρδίᾳ
(tapeinos te kardia)
Secara harfiah:
rendah dalam hati.
Menarik bahwa Yesus tidak berkata:
rendah dalam tindakan
tetapi
rendah dalam hati.
Karena kerendahan hati sejati
dimulai dari batin.
Arti
kata Tapeinos
Dalam budaya Yunani kuno kata ini
dianggap negatif.
Artinya:
- hina
- rendah
- tidak penting
Namun Yesus mengubah maknanya.
Kerendahan hati bukan kelemahan.
Kerendahan hati adalah kesediaan
menempatkan diri di bawah kehendak Allah.
Bukti
Kerendahan Hati Kristus
Filipi 2:6-8
Kristus:
- meninggalkan kemuliaan surga
- mengambil rupa hamba
- taat sampai mati
Padahal Ia adalah Allah.
Inilah paradoks Injil:
Yang tertinggi rela menjadi yang
terendah.
Aplikasi
Orang sombong berkata:
- Aku harus dihargai.
- Aku harus didengar.
- Aku harus diutamakan.
Orang rendah hati berkata:
- Tuhan yang harus dipermuliakan.
- Kehendak Tuhan yang harus terjadi.
Kerendahan hati bukan berpikir diri
tidak berharga.
Kerendahan hati adalah tidak
menjadikan diri pusat segala sesuatu.
II. KELEMAHLEMBUTAN ADALAH KEKUATAN YANG TERKENDALI
"Aku
lemah lembut"
Bahasa Yunani:
πραΰς (praus)
Ini salah satu kata yang paling kaya
dalam Perjanjian Baru.
Praus tidak berarti:
- lemah
- pasif
- penakut
Dalam dunia Yunani kata ini
digunakan untuk menggambarkan:
kuda liar yang sudah dijinakkan.
Kuda itu tetap kuat.
Tetap memiliki tenaga besar.
Tetapi kekuatannya berada di bawah
kendali.
Makna
Rohani
Orang lemah lembut bukan orang yang
tidak memiliki kuasa.
Orang lemah lembut adalah orang yang
mampu mengendalikan kuasanya.
Yesus memiliki kuasa menghancurkan
musuh-musuh-Nya.
Namun Ia memilih mengampuni.
Ia memiliki kuasa memanggil
malaikat-malaikat surga.
Namun Ia memilih memikul salib.
Itulah kelemahlembutan.
Contoh
Yesus
Saat ditangkap:
Petrus menghunus pedang.
Yesus berkata:
"Masukkan pedang itu."
Mengapa?
Karena Yesus tidak dikendalikan oleh
emosi.
Ia dikendalikan oleh kehendak Bapa.
Aplikasi
Orang yang tidak dewasa:
- mudah tersinggung
- mudah marah
- mudah membalas
Orang yang dewasa:
- mampu mengendalikan lidah
- mampu mengendalikan emosi
- mampu mengendalikan ego
Kelemahlembutan adalah buah
kedewasaan rohani.
III. KERENDAHAN HATI DAN KELEMAHLEMBUTAN MEMBAWA
KETENANGAN JIWA
"Jiwamu
akan mendapat ketenangan"
Bahasa Yunani:
ἀνάπαυσιν (anapausin)
Artinya:
- istirahat
- kelegaan
- damai yang mendalam
Perhatikan urutannya:
Yesus tidak berkata:
Datanglah kepada-Ku dan kamu akan
menjadi kaya.
Tidak juga:
Datanglah kepada-Ku dan semua
masalahmu hilang.
Tetapi:
Jiwamu mendapat ketenangan.
Mengapa?
Karena banyak kelelahan hidup
berasal dari:
- ego yang terluka
- kesombongan yang dipertahankan
- kemarahan yang dipelihara
Semakin besar ego seseorang, semakin
mudah ia terluka.
Semakin rendah hati seseorang,
semakin damai hidupnya.
Ilustrasi
Pohon yang paling banyak buah justru
semakin merunduk.
Sebaliknya pohon yang kosong berdiri
paling tegak.
Demikian juga orang yang semakin
dipenuhi Kristus.
Ia semakin rendah hati.
Ia semakin lembut.
Ia semakin tenang.
PESAN KRISTOLOGIS
Matius 11:29 bukan sekadar ajakan
moral.
Ini adalah undangan Kristus.
Yesus tidak hanya mengajarkan
kerendahan hati.
Ia adalah Kerendahan Hati itu
sendiri.
Ia tidak hanya mengajarkan kelemahlembutan.
Ia adalah Kelemahlembutan yang
hidup.
Di salib kita melihat:
- Kuasa yang memilih diam.
- Kemuliaan yang memilih merendah.
- Allah yang memilih menjadi hamba.
Karena itu kekristenan bukan usaha
menjadi baik.
Kekristenan adalah membiarkan
karakter Kristus dibentuk dalam hidup kita.
KESIMPULAN
Kedewasaan rohani bukan diukur dari:
- berapa lama kita menjadi Kristen,
- berapa banyak ayat yang kita hafal,
- berapa banyak pelayanan yang kita lakukan.
Kedewasaan rohani diukur dari:
seberapa mirip kita dengan Kristus.
Dan Kristus berkata:
"Belajarlah pada-Ku, karena Aku
lemah lembut dan rendah hati."
Hari ini Tuhan mengundang kita:
- Merendahkan diri di hadapan-Nya.
- Mengendalikan kekuatan dan emosi kita.
- Meneladani karakter Kristus.
Karena orang yang rendah hati dan
lemah lembut bukanlah orang yang lemah.
Mereka adalah orang-orang yang telah
menyerahkan hidupnya sepenuhnya kepada pemerintahan Kristus.
Amin. 🔥🙏
0 comments:
Posting Komentar