π Yesaya 55:7
“Baiklah orang fasik meninggalkan
jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada
TUHAN, maka Dia akan mengasihani-Nya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi
pengampunan dengan limpahnya.”
Pendahuluan
Memasuki bulan Maret, kita berada
dalam masa perenungan menuju Paskah. Masa ini mengingatkan kita untuk melihat
kembali hidup kita di hadapan Tuhan.
Firman Tuhan hari ini dari kitab
Kitab Yesaya mengajak kita melakukan sesuatu yang sangat penting dalam
kehidupan rohani: bertobat dan kembali kepada Tuhan.
Melalui nabi Yesaya, Tuhan
menyampaikan undangan penuh kasih kepada umat-Nya.
Bukan undangan untuk orang sempurna.
Tetapi undangan untuk orang yang tersesat, jatuh, dan menjauh dari Tuhan.
1. Pertobatan Dimulai dengan
Meninggalkan Dosa
Ayat ini berkata:
“Baiklah orang fasik meninggalkan
jalannya.”
Pertobatan tidak hanya berarti
merasa bersalah.
Pertobatan berarti meninggalkan jalan yang salah.
Banyak orang menyesal, tetapi tidak
berubah.
Banyak orang meminta ampun, tetapi tetap berjalan di jalan yang sama.
Firman Tuhan jelas:
π Orang fasik harus meninggalkan jalannya.
π Orang jahat harus meninggalkan rancangannya.
Artinya:
- meninggalkan kebiasaan dosa,
- meninggalkan cara hidup yang tidak benar,
- meninggalkan pola pikir yang menjauh dari Tuhan.
Pertobatan sejati selalu melibatkan perubahan
arah hidup.
2. Pertobatan Adalah Kembali kepada
Tuhan
Ayat ini tidak hanya berkata
meninggalkan dosa.
Firman Tuhan juga berkata:
“Baiklah ia kembali kepada TUHAN.”
Saudara, pertobatan bukan hanya
berhenti dari yang salah, tetapi kembali kepada yang benar.
Bayangkan seorang anak yang
meninggalkan rumah.
Ketika ia sadar, ia tidak hanya berhenti berjalan, tetapi kembali pulang.
Demikian juga hidup rohani kita.
Banyak orang berhenti dari beberapa
kebiasaan buruk, tetapi belum sungguh kembali kepada Tuhan.
Kembali kepada Tuhan berarti:
- kembali kepada firman-Nya
- kembali kepada doa
- kembali kepada kehidupan yang berkenan kepada-Nya
3. Tuhan Menyambut dengan Belas
Kasihan
Firman Tuhan memberikan janji yang
luar biasa:
“Maka Dia akan mengasihani-Nya.”
Tuhan bukan Allah yang menunggu
untuk menghukum.
Tuhan adalah Allah yang siap menyambut orang yang bertobat.
Dalam Perjanjian Baru kita melihat
gambaran ini dengan sangat jelas melalui kehidupan Yesus Kristus.
Yesus menerima:
- pemungut cukai
- orang berdosa
- orang yang tersisih
Ia tidak menolak mereka yang kembali
kepada-Nya.
Saudara, tidak ada dosa yang terlalu
besar untuk diampuni oleh Tuhan.
4. Pengampunan Tuhan Tidak Terbatas
Bagian terakhir ayat ini berkata:
“Ia memberi pengampunan dengan
limpahnya.”
Ini kabar baik bagi kita semua.
Pengampunan Tuhan:
- tidak sedikit
- tidak terbatas
- tidak bersyarat bagi orang yang sungguh bertobat
Tuhan tidak berkata:
“Aku akan mengampuni sebagian.”
Tuhan berkata:
“Aku memberi pengampunan dengan limpah.”
Kasih karunia Tuhan selalu lebih
besar daripada dosa manusia.
π₯ Aplikasi Praktis
Mari kita merenungkan beberapa
pertanyaan penting:
- Apakah ada dosa yang masih saya pertahankan?
- Apakah hati saya mulai menjauh dari Tuhan?
- Apakah saya sungguh kembali kepada Tuhan atau hanya
menyesal sesaat?
Hari ini Tuhan mengundang kita:
➡
Tinggalkan jalan yang salah.
➡ Kembali kepada Tuhan.
➡ Terima pengampunan-Nya.
Penutup
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,
Pertobatan bukanlah tanda kelemahan.
Pertobatan adalah tanda bahwa hati kita masih peka terhadap Tuhan.
Tidak peduli sejauh apa kita telah
melangkah menjauh,
Tuhan selalu membuka jalan untuk kembali.
Karena Tuhan adalah Allah yang:
- penuh belas kasihan
- kaya pengampunan
- setia memulihkan hidup umat-Nya
Mari kita datang kepada Tuhan dengan
hati yang rendah dan berkata:
“Tuhan, aku mau meninggalkan jalan
yang salah.
Aku mau kembali kepada-Mu.”
Dan ketika kita kembali kepada
Tuhan, kita akan menemukan bahwa tangan-Nya selalu terbuka untuk menerima
kita.
Amin. π
0 comments:
Posting Komentar